Kecewa. Itulah kata paling akurat ketika kamu baru saja selesai maraton sebuah series di Netflix, masih terngiang-ngiang oleh cliffhanger epik, lalu membaca kabar buruk: cancelled. Tiba-tiba, semua investasi emosimu terasa sia-sia. Tapi tenang, kamu nggak sendirian.
Sebagai penggemar berat yang sudah berkali-kali terluka, aku mau berbagi daftar series Netflix populer yang sayangnya tak lagi dilanjutkan. Peringatan: artikel ini mungkin membangkitkan kembali luka lama. Tapi setidaknya, kamu bisa menghindari lubang yang lebih dalam.
Ketika Cerita Mati di Tengah Jalan: Skala Rasa Kecewa
Netflix punya reputasi kontroversial soal pemutusan series. Angka-angka rahasia mereka tentang viewership sering jadi sasaran kritik. Banyak series yang punya fanbase setia tapi tetap dinyatakan gulung tikar.

Kecewanya nggak cuma soal cerita yang tak selesai. Lebih dalam dari itu, kita kehilangan karakter yang sudah jadi bagian dari hidup. Bayangin punya teman yang tiba-tiba hilang tanpa pamit. Itu perasaannya.
The OA dan Sense8: Pemberontakan Fans yang Nyaris Berhasil
Kedua series ini punya kesamaan: fanbase yang sangat vokal dan kreatif. The OA punya narasi paling unik di antara series Netflix. Kombinasi fiksi ilmiah, spiritualitas, dan tarian gerakan aneh yang somehow bekerja magis.
Alasan kecewa: Season 2 berakhir dengan twist paling gila yang bikin semua teori fan langsung hangus. Dan itu juga endingnya. Forever.
Sementara Sense8 punya keberuntungan sedikit lebih baik. Setelah dibatalkan season 3, fans demo besar-besaran. Netflix akhirnya kasih film finale dua jam untuk menutup cerita. Meski terasa buru-buru, tetap lebih baik dari nol.
Mengapa Masih Layak Ditonton?
Kedua series ini menawarkan pengalaman visual dan emosional yang langka. Sense8 punya representasi LGBTQ+ terbaik di era rilisnya. The OA? Ini adalah karya seni yang bikin kamu mikir berminggu-minggu. Worth it, walau sakit.
1899 dan Archive 81: Misteri yang Tak Terungkap
Ini adalah contoh series yang mati di puncak ketertarikan. 1899 dari kreator Dark langsung jadi hit. Puzzle-puzzle kompleks mulai terbuka, teori fans berkembang liar, lalu… poof. Dibatalkan dalam dua bulan.
Archive 81 punya vibe horor psikologis yang menawan. Settingnya di archive tape video tua dengan misteri supernatural. Ambiensnya bikin merinding, pacingnya sempurna. Sayang, season 1 berakhir dengan pertanyaan besar yang takkan pernah dijawab.
Pesan penting: Jika kamu tipe penonton yang butuh closure, hindari kedua series ini. Tapi kalau kamu menikmati perjalanan lebih dari tujuan, ini adalah makanan jiwa.
Santa Clarita Diet: Komedi yang Terlalu Awal Berakhir
Bedanya series ini adalah genre komedi. Drew Barrymore jadi zombie yang masih berusaha jadi ibu rumah tangga suburban yang baik. Konsepnya absurd tapi eksekusinya brilian.
Humornya gelap, chemistry antara Barrymore dan Timothy Olyphant sempurna. Season 3 berakhir dengan setup besar untuk season 4. Fans menunggu. Menanti. Hingga kabar pembatalan datang.
Yang bikin ini menyebalkan: series komedi jarang punya arc cerita panjang yang epik. Tapi Santa Clarita Diet berhasil bangun dunia yang koheren. Lalu ditinggal begitu saja.
Daftar Lengkap: Jangan Tonton Kecuali Kamu Siap Sakit
Ini dia daftar konkret untuk dijadikan panduan. Simpan di notes, bagikan ke teman, atau gunakan sebagai peringatan:
- The OA (2016-2019) – 2 season. Cliffhanger terburuk. Fanbase masih trauma.
- 1899 (2022) – 1 season. Dibatalkan terlalu cepat. Puzzle tak terpecahkan.
- Archive 81 (2022) – 1 season. Horor terbaik yang tak berlanjut.
- Santa Clarita Diet (2017-2019) – 3 season. Komedi zombie paling lucu tapi mati muda.
- GLOW (2017-2019) – 3 season. Dibatalkan karena COVID, bukan rating. Tetap menyakitkan.
- Sense8 (2015-2018) – 2 season + 1 film finale. Masih sebel? Ya, tapi ada penutup.
- The Dark Crystal: Age of Resistance (2019) – 1 season. Visual masterpiece yang tak diteruskan.
- Anne with an E (2017-2019) – 3 season. Adaptasi Anne of Green Gables yang dibenci penulis asli tapi dicintai fans.
- The Society (2019) – 1 season. Dibatalkan padahal sudah diberi season 2. COVID strikes again.
- I Am Not Okay With This (2020) – 1 season. Dibatalkan karena pandemi. Potensi besar langsung mati.

Kenapa Netflix Sering Membatalkan?
Netflix punya model bisnis unik. Mereka nggak bergantung pada iklan, tapi subscriber growth. Series baru menarik subscriber baru. Series lama? Biaya produksi tinggi tapi tidak banyak menambah subscriber.
Viewership vs. Completion Rate adalah dua metrik rahasia. Netflix perlu sejumlah besar penonton yang selesaikan season dalam waktu cepat. Kalau banyak yang nonton tapi nggak selesai, itu red flag.
Mereka juga punya algoritma yang memprediksi apakah season berikutnya akan worth it secara finansial. Sayangnya, algoritma nggak bisa mengukur passion fanbase atau nilai kultural sebuah karya.
Momen Terbaik yang Tersisa: Kenapa Masih Layak Ditonton?
Ini pertanyaan kontradiktif. Kenapa kita harus menonton sesuatu yang bikin kecewa? Jawabannya sederhana: karena prosesnya tetap berharga.
The OA punya episode “movements” yang akan selalu jadi salah satu adegan paling powerful di TV. Sense8 punya wedding episode yang merangkul cinta tanpa batas. 1899 punya twist yang bikin kamu teriak di sofa.
Seperti hubungan yang berakhir, yang penting adalah memori indahnya. Dan series-series ini punya banyak memori indah, meski akhirnya menyakitkan.
Pesan akhir: Jangan biarkan takut kecewa menghentikanmu dari menemukan karya-karya brilian. Kadang, sakit itu adalah bukti bahwa sesuatu benar-benar berarti.
Strategi Menonton Series Netflix yang Berisiko Dibatalkan
Kalau kamu tetap penasaran tapi mau melindungi hati, ini beberapa strategi:
- Tunggu konfirmasi season 2. Kalau series baru rilis dan belum di-renew, tahan dulu.
- Baca review tanpa spoiler. Cari tahu apakah season 1 punya ending yang cukup satisfying.
- Persiapkan mental. Anggap setiap season terakhir sebagai potential series finale.
- Nikmati perjalanannya. Fokus pada karakter, bukan hanya plot.
- Bergabung dengan komunitas. Fans bisa bikin fanfic, teori, atau campaign untuk melanjutkan series.
Dan yang paling penting: jangan salahkan dirimu. Kamu nggak bisa tahu masa depan. Yang bisa dilakukan hanya menikmati saat ini.
Semoga daftar ini jadi pelindung sekaligus panduan. Netflix mungkin punya kekuasaan mutlak, tapi kita punya pilihan. Pilihan untuk tetap mencintai karya-karya ini, meski mereka tak pernah selesai.